Sabtu, 14 Desember 2013

Takut

Aku Takut . . .
Ya diriku . . .
Sampai detik ini . . .

Bukanku tak ingin percaya
Bukanku tak ingin meluluh
Aku ingin, sangat ingin . . .

Tapi, sesuatu didalam sini
Masih enggan untuk menyapa matahri
Bernyanyi bersama bintang malam
Menari dengan hujan

Sesuatu didalam sini
Terlalu rapuh untuk berlabuh
Terlalu lembut untuk bermain

Ia terlalu takut
Takut untuk yang kesekian kalinya
Dikecewakan dan dipermainkan

Sesuatu yang menyakitkan memang sulit tuk dilupakan
Ya sulit . . .

Minggu, 09 September 2012

Bahagia itu...

Bahagia itu sederhana...
Tidak mengingat apa yang seharusnya tidak aku ingat kembali...
Tidak bermain dalam rasa pilu itu dalam sepi...
Tidak mengeluarkan butiran suci itu karenanya...
Menghilangkan bayang dan luka lama ini...
Bersyukur dengan apa yang sudah kudapat hari ini, meski ia sangat berbeda dengannya...

Aku hanya menginginkan kebahagiaan itu. Mencium wangi ketenangan itu...
Aku hanya ingin mengambil kembali hatiku yang dulu pernah aku titipkan padanya, yang hingga kini selalu membuat ku tidak pernah bisa menyerahkan hatiku kepada siapapun...
Terlalu egoiskah? atau munafik? Ya memang.

Minggu, 12 Agustus 2012

Friendship? or Friendshit?

Teman... Musuh...
Keduanya hampir tidak bisa dibedakan dengan kasat mata. Perbedaan antara keduanya seperti sehelai rambut. Sangat sulit untuk di bedakan untuk orang awam sepertiku.
Tapi, jika ada pilihan dimana harus memilih teman atau musuh. Tentu aku lebih memilih musuh. Karna apa, karna aku lebih menghargai cacian yang di lontarkan langsung di hadapanku daripada manis di depan tapi menusuk dari belakang. Like two-face? No no, but a thousand-face :)
Tentunya kalau kau masih menganggap "pertemanan" kita, kau tak perlu melakukan semua hal konyol itu. Menjatuhkan kami di hadapan mereka, mereka yang tentunya baru dalam lingkup ini.

Minggu, 05 Agustus 2012

MENUNGGU!

1 kata yang punya arti nyesek kalau menurut gua. Tapi ada juga yang bilang nunggu itu ikhlas. Yah pendapat orang kan berbeda-beda, karna perbedaan itulah "menghargai" berguna. :)
Kalau menurut gua, menunggu itu diibaratkan seperti seekor keledai yang terus menanti majikannya kembali, padahal majikannya baru aja masuk jurang. Yang belum jelas, majikannya masih hidup atau sudah mati.
So? bisa dong menyimpulkan apa yang gua maksud tentang menunggu. 
Kenapa sih gua mengibaratkan menunggu dengan seekor keledai? Alasannya sih klasik, karena keledai itu bodoh. Tidak bisa melihat kenyataan. Kenyataan yang sebenarnya sudah jelas abu-abunya. Sudah tau abu-abu, kenapa masih di jalanin.
Simplenya begini, kalau yang ditunggu bakal kembali ke kita lagi sih itu fine fine aja. Tapi kalau yang ditunggunya ga sadar, bahkan ke yang lain? Gimana?
Lantas, menunggu kita itu buat apa? Mungkin ini salah satu alasan kenapa gua selalu seperti ini -_-. Munafik memang.

Sebuah Permintaan

lisan ku memang seperti pisau
sikap ku memang seperti samurai
hati ku memang seperti batu

tapi bukankah manusia tiada yang sempurna?
kadang manusia melakukan ini itu
tanpa kesengajaan
apakah itu sepenuhnya salah?

manusia mempunyai keterbatasan
untuk mengetahui jalan pikiran
atau hati sesorang

seperti halnya aku
yang tidak mempunyai bakat
untuk mengetahui jalan pikiran
dan hati seseorang
apakah itu sepenuhnya salahku?

aku hanya manusia biasa
yang tak pernah luput dari dosa dan salah

maaf yang bisa kuberikan
untuk bisa menebus semua kesalahanku





Minggu, 01 Juli 2012

Beage - Sendiri Lagi

Entah kenapa setiap denger lagu ini suka ngerasa kesindir sendiri. Hahaha -___-
let's plaaaaaaaaaaaaaaay!!

Akhirnya ku sendiri lagi
Setelah lewati hariku dengannya
Akhirnya ku termenung lagi
Cinta berlalu begitu saja


Tak pernah ku dapat yang setia
Apa karna ku tidak sempurna
Selalu saja aku yang salah
Dan akhirnya aku yang menderita


Reff:
Lagi dan akhirnya ku sendiri lagi
Karna kekasihku yang pergi
Meninggalkan sejuta kerinduan
Yang masih terpendam
Perih yang membuat hatiku sakit lagi
Karna pergi dan tak kembali
Meninggalkan sejuta kerinduan
Yang masih terpendam


Sedih kisah cintaku ini
Rapuh hatiku saat ini
Sedih jalan cintaku ini
Dan akhirnya yang terjadi kini...


Back to Reff:


Kerinduan yang masih terpendam

Jumat, 22 Juni 2012

Untitle -_-

Cuma mau ngeshare aja nih,

Kemarin waktu gua lagi di jalan pulang, gua ketemu bapak-bapak. Dan ga tau kenapa bapak-bapak itu langsung curhat sama gua, mungkin ia lelah (?) hahhaha. Bapak itu curhat tentang percintaannya semasa SMA dulu. Gua sih ga terlalu ngerti apa yang di curhatin sama bapak-bapak itu, karna gua bukan orang yang cepet tanggap sama omongan seseorang. Yaa, istilah kasarnya sih, gua lola. Tapi bukan berarti semua curhatan dari bapak-bapak itu gak ada yang nempel di otak gua. Adalah beberapa yang masih gua ingat.

Jadi intinya bapak-bapak itu curhat tentang pacarnya semasa SMA dulu, mereka pacaran karena saling suka. Tapi hubungan mereka gak selancar alur sungai. Hubungan mereka harus kandas di tengah jalan, karna harus melanjutkan kuliah dan bapak-bapak itu di jodohin sama orang tuanya. Akhirnya, bapak-bapak itu pun menikah dengan wanita pilihan orang tuanya. Tapi, pernikahan itu tidak bertahan lama, alasannya sih karna ada ketidak cocokkan. Tapi hal menarik yang bener bener waw, ternyata bapak-bapak itu masih contact-contactan sama wanita yang bersamanya saat SMA sampai dengan saat ini. Dan kenangannya pun belum bisa dilupain sampai sekarang, meskipun mereka sudah tidak bersama lagi. Perlu diacungkan jempol, ternyata bapak-bapak itu bener-bener cinta sama wanita yang bersamanya saat SMA itu.

Sweet banget sih sebenernya, kalau kita mendasari suatu hubungan dengan perasaan suka, sayang dan cinta pasti akan jauh lebih indah dari pada hubungan yang didasari dengan paksaan. Meski mereka tidak selalu bersama, tetapi kenangan mereka selalu berbicara :)
Wuaaandaaaaai....